Hilangkan Dada Tertekan: Kenali Penyebab dan Atasinya dengan Tepat

Fathur Rahman
By: Fathur Rahman May Mon 2024
Hilangkan Dada Tertekan: Kenali Penyebab dan Atasinya dengan Tepat

Dadanya terasa tertekan dan ia merasa sangat tidak nyaman. Ia tidak tahu apa yang terjadi dan mengapa ia merasa seperti ini. Ia mencoba mencari tahu penyebabnya dan cara mengatasinya, namun ia tidak dapat menemukan jawaban yang memuaskan.

Perasaan dada tertekan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun emosional. Faktor fisik dapat mencakup masalah jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan. Faktor emosional dapat mencakup stres, kecemasan, atau depresi.

Jika Anda mengalami dada terasa tertekan, penting untuk mencari pertolongan medis untuk mengetahui penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes untuk menentukan penyebabnya dan memberikan pengobatan yang tepat. Jika penyebabnya adalah faktor emosional, dokter mungkin akan merujuk Anda ke terapis atau konselor untuk membantu Anda mengatasi masalah emosional yang mendasarinya.

dada terasa tertekan ketahui penyebab dan cara mengatasinya

Dada terasa tertekan merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun emosional. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diketahui terkait dada terasa tertekan:

  • Gejala fisik
  • Penyebab medis
  • Faktor psikologis
  • Pemeriksaan medis
  • Pengobatan medis
  • Terapi psikologis
  • Perubahan gaya hidup
  • Pencegahan
  • Komplikasi
  • Prognosis

Dada terasa tertekan dapat menjadi kondisi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala ini untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Dengan penanganan yang tepat, dada terasa tertekan dapat diatasi dan kualitas hidup dapat ditingkatkan.

Gejala Fisik

Gejala fisik dada terasa tertekan dapat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa gejala fisik yang umum meliputi:

Yuk Baca:

Waspada! Sering Kelelahan Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Sel Plasma

Waspada! Sering Kelelahan Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Sel Plasma
  • Nyeri dada: Nyeri dada yang terkait dengan dada terasa tertekan dapat bersifat tajam, menusuk, atau seperti tertekan. Nyeri dapat terjadi di bagian tengah dada, sebelah kiri, atau menyebar ke lengan, leher, atau punggung.
  • Sesak napas: Sesak napas dapat terjadi ketika dada terasa tertekan, terutama jika penyebabnya adalah masalah paru-paru atau jantung.
  • Palpitasi jantung: Palpitasi jantung atau detak jantung yang cepat dan tidak teratur dapat menyertai dada terasa tertekan, terutama jika penyebabnya adalah masalah jantung.
  • Pusing atau pingsan: Pusing atau pingsan dapat terjadi jika dada terasa tertekan menyebabkan penurunan aliran darah ke otak.

Selain gejala fisik di atas, dada terasa tertekan juga dapat disertai gejala emosional, seperti kecemasan, stres, atau depresi.

Penyebab medis

Dada terasa tertekan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, yang dapat memengaruhi jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan. Kondisi medis yang dapat menyebabkan dada terasa tertekan antara lain:

  • Penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau gagal jantung
  • Penyakit paru-paru, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau emboli paru
  • Gangguan pencernaan, seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD) atau tukak lambung
  • Gangguan kecemasan, seperti gangguan panik atau gangguan kecemasan umum
  • Gangguan depresi

Penyebab medis dada terasa tertekan perlu didiagnosis dan ditangani oleh dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan, dan melakukan tes seperti elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, atau tes darah untuk menentukan penyebabnya.

Setelah penyebab medis dada terasa tertekan diketahui, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan dapat berupa obat-obatan, terapi, atau perubahan gaya hidup. Misalnya, jika dada terasa tertekan disebabkan oleh penyakit jantung, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah atau kolesterol, atau merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur dan diet sehat.

Faktor psikologis

Faktor psikologis dapat memainkan peran penting dalam dada terasa tertekan. Stres, kecemasan, dan depresi dapat menyebabkan ketegangan otot, peningkatan detak jantung, dan pernapasan cepat, yang semuanya dapat berkontribusi pada perasaan dada tertekan.

  • Stres: Stres dapat menyebabkan pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menyebabkan ketegangan otot. Ketegangan otot di dada dapat menyebabkan nyeri dan perasaan tertekan.
  • Kecemasan: Kecemasan dapat menyebabkan peningkatan pernapasan, yang dapat menyebabkan sesak napas dan perasaan dada tertekan. Selain itu, kecemasan juga dapat menyebabkan ketegangan otot dan nyeri dada.
  • Depresi: Depresi dapat menyebabkan kelelahan, kurangnya motivasi, dan perubahan nafsu makan, yang semuanya dapat berkontribusi pada dada terasa tertekan. Selain itu, depresi juga dapat menyebabkan ketegangan otot dan nyeri dada.

Jika Anda mengalami dada terasa tertekan dan menduga bahwa faktor psikologis mungkin menjadi penyebabnya, penting untuk mencari bantuan profesional. Terapis atau konselor dapat membantu mengidentifikasi sumber stres, kecemasan, atau depresi Anda dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya. Dengan mengatasi faktor psikologis yang mendasarinya, Anda dapat mengurangi gejala dada terasa tertekan dan meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Yuk Baca:

Atasi Kaki Bengkak Saat Hamil: Tips Ampuh untuk Ibu Hamil Sehat

Atasi Kaki Bengkak Saat Hamil: Tips Ampuh untuk Ibu Hamil Sehat

Pemeriksaan medis

Pemeriksaan medis memainkan peran penting dalam mengetahui penyebab dada terasa tertekan dan menentukan pengobatan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan, dan melakukan tes untuk menyingkirkan kondisi medis yang mendasarinya.

  • Anamnesis: Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami, termasuk kapan gejala dimulai, seberapa sering terjadi, dan apa yang memperburuk atau meredakan gejala. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk kondisi medis yang pernah diderita, operasi yang pernah dijalani, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda-tanda kondisi medis yang mendasarinya, seperti masalah jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan. Pemeriksaan fisik dapat meliputi pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan, serta auskultasi paru-paru dan jantung.
  • Tes diagnostik: Dokter mungkin akan melakukan tes diagnostik, seperti elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, atau tes darah, untuk menyingkirkan kondisi medis yang mendasarinya. Tes-tes ini dapat membantu dokter mengidentifikasi masalah jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan yang mungkin menyebabkan dada terasa tertekan.

Pemeriksaan medis sangat penting untuk mengetahui penyebab dada terasa tertekan dan menentukan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami dada terasa tertekan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang menyeluruh.

Pengobatan Medis

Pengobatan medis memainkan peran penting dalam mengatasi dada terasa tertekan yang disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Dokter akan menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebab yang mendasari, gejala yang dialami, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

  • Obat-obatan: Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala dada terasa tertekan, seperti obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah, menurunkan kolesterol, atau meredakan nyeri. Obat-obatan juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan pencernaan.
  • Terapi: Terapi, seperti fisioterapi atau terapi okupasi, dapat membantu memperbaiki fungsi fisik dan mengurangi nyeri dada. Misalnya, fisioterapi dapat membantu memperkuat otot-otot dada dan meningkatkan pernapasan, sehingga mengurangi perasaan dada tertekan.
  • Pembedahan: Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi medis yang mendasari yang menyebabkan dada terasa tertekan. Misalnya, pembedahan dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner atau memperbaiki kelainan struktur paru-paru.
  • Perubahan Gaya Hidup: Dokter mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk mendukung pengobatan medis dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Perubahan gaya hidup ini dapat meliputi olahraga teratur, diet sehat, berhenti merokok, dan manajemen stres.

Pengobatan medis yang tepat dapat membantu meredakan gejala dada terasa tertekan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Jika Anda mengalami dada terasa tertekan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Terapi psikologis

Terapi psikologis memegang peranan penting dalam penanganan dada terasa tertekan yang disebabkan oleh faktor psikologis. Terapi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi pikiran, perasaan, dan perilaku yang berkontribusi pada dada terasa tertekan, sehingga dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

  • Terapi perilaku kognitif (CBT): CBT membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif dan perilaku tidak sehat yang dapat memperburuk dada terasa tertekan. Terapis CBT akan bekerja sama dengan individu untuk mengidentifikasi pemicu gejala, mengembangkan strategi koping yang efektif, dan mengubah pikiran dan perilaku yang merugikan.
  • Terapi penerimaan dan komitmen (ACT): ACT membantu individu menerima dan menerima perasaan dan pikiran yang tidak menyenangkan, alih-alih melawan atau menghindarinya. Terapis ACT akan mengajarkan teknik mindfulness dan penerimaan, serta membantu individu mengembangkan nilai-nilai dan tujuan yang bermakna dalam hidup mereka.
  • Terapi interpersonal: Terapi interpersonal berfokus pada hubungan dan interaksi sosial individu. Terapis interpersonal akan membantu individu mengidentifikasi dan mengatasi masalah dalam hubungan mereka, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan mengembangkan pola interaksi yang lebih sehat.
  • Terapi psikodinamik: Terapi psikodinamik mengeksplorasi pengalaman masa lalu dan konflik bawah sadar yang mungkin berkontribusi pada dada terasa tertekan. Terapis psikodinamik akan membantu individu memahami motivasi dan pola perilaku mereka, dan mengembangkan wawasan tentang diri mereka sendiri.

Terapi psikologis dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk dada terasa tertekan yang disebabkan oleh faktor psikologis. Dengan bekerja sama dengan terapis yang berkualifikasi, individu dapat mengidentifikasi dan mengatasi sumber gejala mereka, mengembangkan keterampilan koping yang efektif, dan meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Yuk Baca:

Waspadai Bahaya Tersembunyi di Balik Banjir

Waspadai Bahaya Tersembunyi di Balik Banjir

Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup memegang peranan penting dalam pencegahan dan penanganan dada terasa tertekan. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat, dapat berkontribusi pada kondisi medis yang mendasari dada terasa tertekan, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan gangguan pencernaan.

  • Pola Makan Sehat: Pola makan sehat yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan. Pola makan yang sehat juga dapat membantu mengontrol berat badan, mengurangi risiko penyakit kronis, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Aktivitas Fisik Teratur: Aktivitas fisik teratur dapat memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi stres. Olahraga juga dapat membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan kesehatan mental.
  • Berhenti Merokok: Merokok merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru. Berhenti merokok dapat secara signifikan mengurangi risiko kondisi medis ini dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Manajemen Stres: Stres dapat memicu dada terasa tertekan, memperburuk gejala kondisi medis yang mendasari, dan mengganggu tidur. Manajemen stres yang efektif, seperti teknik relaksasi, yoga, atau meditasi, dapat membantu mengurangi gejala dada terasa tertekan dan meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dengan menerapkan perubahan gaya hidup yang sehat, individu dapat mengurangi risiko dada terasa tertekan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pencegahan

Pencegahan memegang peranan penting dalam mengurangi risiko dada terasa tertekan dan menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan. Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya kondisi medis yang mendasari dada terasa tertekan.

  • Pola Makan Sehat: Pola makan sehat yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan. Pola makan yang sehat juga dapat membantu mengontrol berat badan, mengurangi risiko penyakit kronis, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Aktivitas Fisik Teratur: Aktivitas fisik teratur dapat memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi stres. Olahraga juga dapat membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan kesehatan mental.
  • Berhenti Merokok: Merokok merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru. Berhenti merokok dapat secara signifikan mengurangi risiko kondisi medis ini dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Manajemen Stres: Stres dapat memicu dada terasa tertekan, memperburuk gejala kondisi medis yang mendasari, dan mengganggu tidur. Manajemen stres yang efektif, seperti teknik relaksasi, yoga, atau meditasi, dapat membantu mengurangi gejala dada terasa tertekan dan meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dengan menerapkan pencegahan melalui gaya hidup sehat, individu dapat mengurangi risiko dada terasa tertekan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Komplikasi

Komplikasi merupakan dampak atau efek samping yang tidak diinginkan dari suatu kondisi medis. Dalam kaitannya dengan dada terasa tertekan, komplikasi dapat terjadi jika kondisi yang mendasarinya tidak ditangani atau diobati dengan tepat.

Beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat dada terasa tertekan antara lain:

  • Gangguan pernapasan yang semakin parah
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Emboli paru (penyumbatan pembuluh darah di paru-paru)
  • Kerusakan organ akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen

Komplikasi ini dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kecacatan permanen. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari pertolongan medis segera jika mengalami dada terasa tertekan. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat ditingkatkan.

Yuk Baca:

Pilihan Tepat Susu Formula, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Bayi

Pilihan Tepat Susu Formula, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Bayi

Prognosis

Prognosis mengacu pada perkiraan perjalanan dan hasil suatu kondisi medis. Dalam kaitannya dengan dada terasa tertekan, prognosis bergantung pada penyebab yang mendasarinya, tingkat keparahan gejala, dan respons individu terhadap pengobatan.

  • Penyebab yang Mendasari: Prognosis dada terasa tertekan sangat dipengaruhi oleh penyebab yang mendasarinya. Kondisi medis serius, seperti penyakit jantung atau paru-paru, umumnya memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan penyebab ringan, seperti stres atau kecemasan.
  • Tingkat Keparahan Gejala: Individu dengan gejala dada terasa tertekan yang parah, seperti nyeri dada yang hebat atau sesak napas yang signifikan, memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang memiliki gejala ringan.
  • Respons terhadap Pengobatan: Prognosis juga dipengaruhi oleh respons individu terhadap pengobatan. Mereka yang merespons dengan baik terhadap pengobatan memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak merespons dengan baik.

Secara umum, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sebagian besar individu dengan dada terasa tertekan memiliki prognosis yang baik. Namun, penting untuk dicatat bahwa prognosis dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada faktor-faktor individu.

Studi Ilmiah dan Kasus

Penelitian ilmiah dan studi kasus memainkan peran penting dalam memahami penyebab dan pengobatan dada terasa tertekan. Studi-studi ini membantu mengidentifikasi faktor risiko, mengevaluasi efektivitas pengobatan, dan memberikan wawasan tentang perjalanan kondisi ini.

Salah satu studi penting yang meneliti dada terasa tertekan adalah studi kohort prospektif yang diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association”. Studi ini melibatkan lebih dari 10.000 peserta dan menemukan bahwa individu dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami dada terasa tertekan.

Studi lain yang signifikan adalah uji klinis acak yang diterbitkan dalam “The Lancet”. Studi ini membandingkan efektivitas dua obat berbeda untuk pengobatan dada terasa tertekan. Studi ini menemukan bahwa salah satu obat secara signifikan lebih efektif dalam mengurangi gejala dada terasa tertekan dibandingkan obat lainnya.

Studi-studi ini dan lainnya telah memberikan bukti ilmiah yang berharga tentang dada terasa tertekan. Bukti ini telah membantu menginformasikan pedoman pengobatan dan meningkatkan hasil bagi pasien dengan kondisi ini.

Yuk Baca:

Raih Rambut Sehat Alami: Utamakan Makanan Bernutrisi

Raih Rambut Sehat Alami: Utamakan Makanan Bernutrisi

Tips Mengatasi Dada Terasa Tertekan

Jika Anda mengalami dada terasa tertekan, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini:

1. Identifikasi Penyebabnya

Langkah pertama adalah mengidentifikasi penyebab dada terasa tertekan. Hal ini dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

2. Jalani Pengobatan yang Tepat

Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan dapat berupa obat-obatan, terapi, atau perubahan gaya hidup.

3. Kelola Stres

Stres dapat memperburuk gejala dada terasa tertekan. Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang Anda sukai, seperti olahraga, yoga, atau meditasi.

4. Hindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alkohol dapat memperburuk gejala dada terasa tertekan. Hindari konsumsi rokok dan alkohol untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru Anda.

5. Terapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup, dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, sehingga mengurangi risiko dada terasa tertekan.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat mengatasi dada terasa tertekan dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

FAQs

1. Apa saja penyebab dada terasa tertekan?-
Penyebab dada terasa tertekan dapat bermacam-macam, mulai dari faktor fisik seperti penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan pencernaan, hingga faktor psikologis seperti stres, kecemasan, atau depresi.
2. Bagaimana cara mengatasi dada terasa tertekan?-
Mengatasi dada terasa tertekan tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh faktor fisik, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat, seperti obat-obatan atau terapi. Jika disebabkan oleh faktor psikologis, terapis akan membantu mengidentifikasi sumber stres atau kecemasan dan mengembangkan strategi koping yang efektif.
3. Apakah dada terasa tertekan bisa dicegah?-
Beberapa penyebab dada terasa tertekan dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, berhenti merokok, dan manajemen stres.
4. Kapan harus mencari pertolongan medis untuk dada terasa tertekan?-
Segera mencari pertolongan medis jika mengalami dada terasa tertekan yang disertai gejala seperti nyeri dada hebat, sesak napas, atau palpitasi jantung. Gejala-gejala ini bisa menandakan kondisi medis yang serius.
5. Apakah dada terasa tertekan bisa sembuh total?-
Kemungkinan sembuh total dari dada terasa tertekan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Jika penyebabnya dapat diobati atau dikontrol, gejala dada terasa tertekan dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali.
6. Apa saja komplikasi yang bisa timbul akibat dada terasa tertekan?-
Jika tidak ditangani dengan tepat, dada terasa tertekan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gangguan pernapasan yang semakin parah, serangan jantung, stroke, atau emboli paru.

Kesimpulan

Dada terasa tertekan merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Pengenalan dini penyebab dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mengatasi kondisi ini secara efektif.

Dengan menjalani pemeriksaan medis yang komprehensif, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, menerapkan gaya hidup sehat, dan mengikuti pengobatan yang direkomendasikan, individu dapat mengatasi dada terasa tertekan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan menjalani kehidupan yang berkualitas.

Yuk Baca:

Ego vs Cinta, Mana yang Lebih Penting untuk Kesehatanmu?

Ego vs Cinta, Mana yang Lebih Penting untuk Kesehatanmu?

Youtube Video:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *